Tak Efektif, Ketua DPRD Medan Minta P3SU Dievaluasi Karena Banyak Keluhan Warga Tentang Parit

Daftar Isi

 

Keterangan foto: Ketua DPRD Medan Hasyim, SE saat diwawancarai, Jumat (25/8/2023). (Foto: Aris).

Medan, kedantv.com - Warga yang bermukim dikawasan Jalan Sutrisno, Japaris (Rahmadsyah) dan Jalan Puri Kelurahan Kota Matsum (Komatsu) I, Kecamatan Medan Area mengeluhkan masalah sistem drainase atau parit besar yang kondisi tidak bisa menampung debit air hujan dari parit-parit kecil ke parit besar (utama).

Akibatnya pemukimam warga menjadi terendam air sehingga perabot milik warga menjadi rusak.

Bahkan ketika awak media menelusuri kondisi parit yang berada di Jalan Sutrisno, Jalan Japaris hingga puri sudah dipenuhi tanah bahkan terlihat jelas persis di Gang Cempaka maupun Gang Kemuning di Jalan Japaris aliran air dari gang/lorong sama tinggi dengan parit besar.

Beberapa warga yang ditemui Syarial, Boru Tobing dan Ali ketika ditanyakan apakah parit pernah dilakukan pengorekan? ketiga warga yang ditemui menyatakan dalam setahun ini belum ada.

Begitu juga dengan keberadaan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) yang ditempat pada kelurahan saat ditanyakan apakah pernah melakukan pengorekan, Syarial menyatakan tidak pernah melakukan pengorekan di parit besar, yang ada di parit kecil di dalam gang. Padahal permasalahan sebenarnya pada parit besar yang tidak pernah dikorek.

"Dulu pernah ada tapi sekitar 4 tahun lalu dilakukan pengorekan setelah itu tidak ada, kalau pun ada petugas P3SU hanya membersihkan rumput dan parit kecil saja," ucap Syarial.

Syarial mengatakan seharusnya pada musim hujan dua kali seminggu dilakukan pengorekan agar tak banjir, sebab bila hujan turun khusus dari pertengahan Jalan Japaris dari Gang Kemuning hingga persimpangan empat Jalan Japaris dengan Jalan Laksanakan sudah seperti anak sungai.

"Jadi kita bermohon kepada Pak Walikota Medan agar menurun petugas PU maupun SDABMBK turun agar kami tak mengalami kebanjiran.

Sementara itu, Ketua DPRD Medan, Hasyim Sabtu (26/08/23), menyikapi adanya keluhan warga seharusnya disikapi oleh petugas P3SU dengan melakukan pengorekan parit bila ada kendala kan bisa berkordinasi dengan pihak UPT Dinas PU/SDABMBK Kota Medan.

"Kalau parit tersebut sudah dikorek maka petugas P3SU lah yang menjaga kebersihannya. Dan ini tidak hanya keluhan di Komatsu I saja akan tetapi di seluruh kawasan Medan mengeluhkan kinerja P3SU yang tak maksimal," ujar Hasyim yang juga Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Sumut.

Dikatakan Hasyim, bahwa tugas mereka tidak hanya terbatas membersihkan rumput atau pengorekan parit kecil akan tetapi pengorekan parit besar atau utama, dimana honor mereka sudah setara dengan UMK Kota Medan.

Selain dievaluasi Hasyim juga menyarankan agar direkrut ulang karena selama ini masih belum optimal terlebih ini sudah menjelang akhir tahun.

Karena banyak petugas P3SU yang turun ke lapangan, tapi yang bekerja hanya segelintir. Bahkan dari informasi yang diterima dari warga mereka hanya mencabuti rumput bukan melakukan pengorekan parit besar dipenuhi tanah atau sendimen karena bila ini dibiarkan maka aliran air dari dalam gang tak tertampung dan lebih parahnya lagi air dari parit besar masuk ke gang dan merendam pemukimam warga.

Menurutnya apabila P3SU bekerja secara maksimal maka drainase yang ada di Kota Medan akan bebas dari sampah.

Penulis : Aris
Editor : Cut Riri

Posting Komentar

Bank Sumut" />