Lestarikan Adat dan Budaya Nusantara, Brilian dan Wong Apresiasi Terlaksananya Festival Budaya Buddhis

Daftar Isi

 

Keterangan foto: foto bersama panitia, tamu dan undangan serta peserta, Sabtu (12/8/2023). (Foto: Aris).

Medan, kedantv.com - Dalam melestarikan adat dan budaya nusantara, pihak Kanwil Kemenag Sumut bersama Yayasan Pegiat Budaya melaksanakan Festival Seni Budaya Buddhis Sumatra Utara yang berlangsung di Sigalovada Hall di Pubbarama Buddhis Center (PBC) di Jalan Perak, Kebun Sayur, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (12/08/23).

Dalam festival tersebut menampilkan seni dan budaya etnis Tionghoa, Karo, Jawa dan Tamil yang dihadiri para tokoh Agama Budha, Masyarakat dan ratusan tamu undangan.

Tampak hadir dalam festival tersebut, Ketua Walubi Sumut, Brilian Mokhtar, Permabudhi Sumut, Wong Chun Sen Tarigan, Ketua Magabudhi Sumut, Khadirin dan Pebimas Buddha Kanwil Kemenag Sumut, Budi Sulistiyo S.Ag, M.Pd.B.

Diawali dengan kata sambutan pihak panitia Dewi Christine menyampaikan terimakasih dukungan dari Pebimas Buddha Kanwil Kemenag Sumut maupun tokoh agama buddha serta para donatur sehingga terlaksana kegiatan ini.

Festival ini sekaligus untuk merajut tali silaturahmi dan melestarikan seni maupun budaya.

Senada dengan itu pihak Yayasan Pengiat Budaya, Bhikkhu Aggacito Thera dalam sambutannya menyampaikan festival budaya ini bertujuan agar menjaga dan melestarikan budaya sehingga ini dapat terus berkesinambungan pada setiap tahun dan lebih meriah lagi.

Lebih lanjut Bhikkhu menyampaikan bahwa Sumatra Utara ini merupakan miniatur Indonesia dengan kemajemukan budayanya.

Dengan adanya kegiatan ini tentunya bisa menambah wawasan khasanah budaya yang semakin terjaga dan melestarikannya.

"Kegiatan atau festival budaya seperti ini bisa menjadi energi positif dalam melestarikan budaya masing-masing khususnya pada umat budha,"ucapnya sembari mengatakan festival seni dan budaya ini sekaligus memperkenalkan kepada generasi muda.

Masih dalam kegiatan tersebut, Pebimas Buddha Kanwil Kemenag Sumut, Budi Sulistiyo S.Ag, M.Pd.B kepada wartawan mengatakan bahwa pihak Kanwil Kemenag Sumut sangat mendukung penyelenggaran Festival Budaya Buddhis.

Harapannya, lanjut Budi bahwa seni dan budaya merupakan perekat untuk bisa melestarikan agama dalam hal ini Agama Buddha di Sumut.

"Nah pada festival budaya ini, diikuti festival antar etnis supaya mereka bisa melestarikan budayanya dan juga secara otomatis merawat agamanya.

Didampingi Ketua Permabudhi Sumut, Wong Chun Sen Tarigan, Budi menyampaikan bahwa di Sumatra Utara merupakan multi etnis dengan keberagaman sangat harmonis sehingga ini bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya.

Sebagaimana diketahui ada empat etnis beragama Buddha di Sumatra Utara diantaranya, Etnis atau Suku Tionghoa, Jawa, Karo dan Tamil.

"Maka dengan adanya festival ini diharapkan mereka terus semangat dapat mempelajari Agama Buddha melalui seni dan budaya,"ucapnya.

Senada dengan itu Wong Chun Sen yang merupakan Anggota DPRD Medan asal Fraksi PDI Perjuangan yang juga Ketua Permabudhi Sumatra Utara mengatakan sangat mengapresiasi kepada Pebimas Buddha Kanwil Pebimas Buddha Sumut yang mana mempunyai inovasi bagus dan baik pada festival budaya ini.

Wong yang juga Bacaleg DPRD Kota Medan periode 2024-2029, dari Dapil III yakni Medan Timur, Medan Perjuangan, Medan Tembung dan Medan Deli pun mengatakan sebagai ummat Buddha harus tidak lupa sejarah karena budaya itu begitu penting bagi ummat Buddha dan ini dapat kita lestarikan.

Dan untuk lanjutnya lagi Permabudhi Sumut mendukung pelaksanaan festival ini secara berkelanjutan dan dikembangkan dalam melestarikan budaya.

Senada dengan itu, Ketua Walubi Sumut, Brilian Mokhtar mengatakan pada hakikatnya semua agama ada budaya dan masuk didalamnya.

Bahkan Politisi PDI Perjuangan yang juga Bacaleg DPR-RI 2024-2029 untuk daerah pemilihan Sumut 1 diantarnya Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi ini pun menegaskan bahwa penyebarluasan sangat berkaitan dengan budaya yang akhirnya mencerminkan suatu kebudayaan daerah.

Lanjut Brilian Mokhtar mengatakan Hari ini Agama Buddhis dimix dengan Budaya Tionghoa, Jawa, Karo, Tamil dan budaya lainnya yang ada di Indonesia.

Dikatakannya, bahwa di Sumatra Utara Agama Buddha paling lengkap. Dan boleh dikatakan penganut Agama Buddha identik dengan etnis Tionghoa, namun bila kita ke Pulau Jawa, lebih banyak penganut Agama Buddha itu orang Jawa daripada Etnis Tionghoa.

Dikatakan keberadaan agama Buddha di Nusantara itu sudah 2000 tahun lebih sehingga banyak historis-historis yang perlu kita ikuti.

Brillian juga mengucapkan berterimakasih dengan Kanwil  Kementerian Agama Sumatra Utara khususnya Pebimas Buddha Kanwil Kemenag Sumut, Budi Sulistiyo S.Ag, M.Pd.B, bisa mengadakan kegiatan festival budaya.

"Nah dengan festival ini maka kita bisa mengerti semua tentang khasanah budaya, dengan kata lain kebudayaan itu jangan sampai lupa,"ujar Brillian Mokhtar.

Brilian juga mengucapkan terimakasih kepada pimpinan Pubbarama Buddhis Center (PBC), khususnya kepada Bhikkhu Aggacito Thera dan kepada pengurus yayasan dan Pebimas Buddha Sumatra Utara serta Medan, Deli Serdang dan Siantar dan ini sangat luar biasa.

"Apresiasi sekalilah terhadap Festival Budaya Buddhis ini,"ucap Brillian Mokhtar.

Sementara itu dalam pelaksanaan festival budaya buddhis pada Budaya Tamil Juara Pertama dari Vihara Lokashanti, Juara Kedua dan Ketiga dari Vihara Adhi Dharma dan Vihara Anantapindhika.

Untuk Budaya Karo, Juara Pertama diraih peserta nomor urut 1 Juara Kedua dan Ketiga, oleh peserta nomor urut 3 dan 1.

Untuk Budaya Tionghoa, Juara Pertama diraih peserta nomor urut 10, Juara kedua dan ketiga diraih peserta nomor urut 6 dan 1.

Dimana penyerahan hadiah langsung diserahkan Pebimas Buddha Kanwil Kemenag Sumut, Budi Sulistiyo S.Ag, M.Pd.B, Bhante Aggacitto, Dewi Christine, Gunawan, Ramesh dan Dwiyanti.

Penulis : Aris
Editor : Cut Riri

Posting Komentar

Bank Sumut" />