[Video] Grafik Nilai Tinggi Malah Tidak Lolos, 6 Casis Polwan Kecewa Panitia Yang Tidak Transparan

Keterangan foto : thumbnail video terkait Grafik Nilai Tinggi Malah Tidak Lolos, 6 Casis Polwan Kecewa Panitia Yang Tidak Transparan.

Keterangan video : video terkait Grafik Nilai Tinggi Malah Tidak Lolos, 6 Casis Polwan Kecewa Panitia Yang Tidak Transparan.

Keterangan video : video sambungan terkait Grafik Nilai Tinggi Malah Tidak Lolos, 6 Casis Polwan Kecewa Panitia Yang Tidak Transparan.

Kontributor: Aris

Medan, kedantv.comMerasa ada kecurangan serta tidak transparan dalam penerimaan anggota Polri, enam calon siswa (Casis) Polisi Wanita (Polwan) yang dinyatakan tidak lolos dalam ujian Kesehatan Jiwa (Keswa) mendatangi panitia bintara Polda Sumut di eks SPN Sampali Jalan Bhayangkara, Kota Medan.

Kekesalan calon siswa ini dikarenakan grafik nilai mereka tinggi bahkan diantaranya ada yang rangking 2 dalam ujian Keswa, tetapi anehnya mereka dinyatakan tidak lolos oleh panitia.

Hal tersebut disampaikan kuasa hukum ke 6 Casis Polwan tersebut Jonen Naibaho di Kota Medan, Sabtu (17/6/2023).

Jonen mengatakan enam casis polwan yang dinyatakan tidak lolos dalam ujian keswa pada 12 juni 2023 pada penerimaan bintara polda sumut ini, bersama kuasa hukumnya mendatangi panitia di mako brimob eks spn sampali jalan bhayangkara medan, untuk mempertanyakan kriteria kelulusan dalam ujian keswa.

"Enam casis polwan yang dinyatakan tidak lolos dalam ujian keswa pada 12 juni 2023 pada penerimaan bintara polda sumut ini, bersama kuasa hukumnya mendatangi panitia di mako brimob eks spn sampali jalan bhayangkara medan, untuk mempertanyakan kriteria kelulusan dalam ujian keswa," ungkap Jonen.

Jonen juga menyampaikan, menilai ada kecurangan dan tidak transparannya panitia penerimaan polwan di sumut.

"Saya menilai ada kecurangan dan tidak transparannya panitia penerimaan polwan di sumut," jelas Jonen Naibaho.

Jonen menjelaskan, dari 7 orang casis polwan mereka dari satu tempat bimbingan belajar yang mengikuti ujian keswa, hanya 1 dinyatakan lolos, sementara lainnya tidak, padahal grafik nilai mereka sama yakni 80, anehnya salah satunya casis polwan yang tidak lolos malah rangking 2.

"Dari 7 orang casis polwan mereka dari satu tempat bimbingan belajar yang mengikuti ujian keswa, hanya 1 dinyatakan lolos, sementara lainnya tidak, padahal grafik nilai mereka sama yakni 80, anehnya salah satunya casis polwan yang tidak lolos malah rangking 2," ungkap Jonen.

Ironisnya, "saat bertemu panitia, jonen malah tidak diperbolehkan mendampingi casis polwan untuk mempertanyakan dimana letak kesalahan mereka hingga tidak lolos, karena sebelumnya ke enam casis polwan itu sudah menanyakan mengapa mereka tidak lolos, panitia malah menjawab akibat nilai mereka tinggi yakni 80, harus nilai 75 yang dinyatakan memenuhi syarat, yang lebih disesalkan jonen, saat ujian keswa casis polwan mereka sempat disuruh untuk merubah jawaban karena jawaban mereka sebelumnya sempurna, namun saat di rubah grafik nilai tetap sama yakni 80," papar Jonen.

"Saat enam casis polwan meminta panitia menunjukkan nilai casis polwan yang lolos ujian keswa agar bisa di scan sehingga bisa menjadi perbandingan dengan nilai mereka, panitia malah mengatakan harus ada izin kapolri, jonen melihat ada kecurangan dan tidak transparan dalam penerimaan polwan di sumut, padahal kapolri meminta agar penerimaan polri dilakukan transparan," jelas Jonen dengan kekesalan.
 
"Lebih lanjut kuasa hukum mengatakan, kalau memang nilai 80 ini dianggap tidak memenuhi syarat tidak masalah, tetapi harus di uji dibuktikan dengan jawaban casis polwan lainnya yang lolos, jonen berjanji akan mengadukan hal ini ke kapolri dan komisi 3 DPR RI, sehingga kedepan tidak ada lagi yang merasa di curangi dan penerimaan polri benar-benar transparan," papar Jonen saat menutup wawancaranya.

Penulis : Aris
Editor : Cut Riri

Keterangan Video : Video Youtube Kedan TV terkait Grafik Nilai Tinggi Malah Tidak Lolos, 6 Casis Polwan Kecewa Panitia Yang Tidak Transparan.

Posting Komentar untuk "[Video] Grafik Nilai Tinggi Malah Tidak Lolos, 6 Casis Polwan Kecewa Panitia Yang Tidak Transparan"