[Video] Diduga Curang dan Tidak Transparan, Casis Polwan Asal Sumut Minta Pembanding Peserta Lulus Namun Belum Dikabulkan Polda Sumut

Daftar Isi
Keterangan foto: thumbnail video terkait Diduga Curang dan Tidak Transparan, Casis Polwan Asal Sumut Minta Pembanding Peserta Lulus Namun Belum Dikabulkan Polda Sumut.
 
Video pertama: terkait Diduga Curang dan Tidak Transparan, Casis Polwan Asal Sumut Minta Pembanding Peserta Lulus Namun Belum Dikabulkan Polda Sumut.

Video sambungan terkait Diduga Curang dan Tidak Transparan, Casis Polwan Asal Sumut Minta Pembanding Peserta Lulus Namun Belum Dikabulkan Polda Sumut.
Kontributor : Aris

Medan, kedantv.comSeperti yang diberitakan sebelumnya, terkait 6 calon siswa polisi wanita atau casis polwan, yang dinyatakan tidak lolos dalam ujian kesehatan jiwa atau keswa, mereka kecewa terhadap panitia yang tidak transparan atau diduga ada kecurangan, padahal grafik nilai mereka tinggi bahkan diantaranya ada yang rangking 2 dalam ujian Keswa pada 12 juni 2023 pada penerimaan bintara polda sumut ini.

Kali ini 6 casis ini didampingi kuasa hukumnya Jonen Naibaho memenuhi undangan Karo SDM Polda Sumut pada 20 juni 2023 lalu, dimana pada pertemuan turut hadir Kabid Dokkes dan Kabid Humas akan tetapi permintaan Jonen Naibaho untuk perbandingan yang kalah dengan yang lolos belum diberikan pihak SDM, Kabid Dokkes dan Kabid Humas

Hal tersebut disampaikan kuasa hukum 6 Casis Polwan Jonen Naibaho di Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (24/6/2023).

Kuasa hukum Casis Polwan Jonen Naibaho mengatakan pada pertemuan itu hanya sebatas scan yang diberikan pada casis dengan memanggil satu persatu, namun mirisnya hanya casis saja yang diperbolehkan menscan tidak diperbolehkan didampingi kuasa hukumnya.

"Saat pertemuan itu kami meminta beberapa hal diantaranya meminta agar hasil di scan. Kemudian diizinkan tapi hanya boleh dilihat oleh Casis tidak boleh didampingi kuasa hukum,” kata Kuasa Hukum keenam Casis Jonen Naibaho.

Jonen juga menyampaikan sebelumnya kekalahan casis ini pada kesehatan jiwa atau Keswa dikarenakan tingkat kebohongannya  mencapai 80 persen.

menurut jonen keswa ini adalah melihat kepribadian jiwa seseorang bukan untuk melihat bohong atau jujur pada seseorang.

“Katanya kebohongannya mencapai 80 persen. Kita mengetahui Keswa ini untuk kepribadian jiwa seseorang. Apakah keswa ini melihat orang bohong atau jujur. Bagaimana ini melihatnya. Jadi adik-adik ini merasa tidak terima kok bisa kalahnya seperti ini. Padahal persiapannya sudah jauh hari,” ucapnya.

Kemudian, sambung dia, dalam pertemuan itu pihaknya juga meminta pembanding hasil yang lulus dan yang kalah kepada panitia penerimaan Bintara Polri Tahun 2023 Polda Sumut.

“Kemudian kemarin kami juga meminta bandingkan dengan yang lulus, tapi tidak diperbolehkan, alasan privasi. Kalau memang kami benar-benar kalah pasti akan kami terima. Tapi kemarin belum dibuktikan dengan yang lulus. Itu permintaan kita yang belum dipenuhi,” ujarnya.

Menurut dia, ujian Keswa ini bukan rahasia umum lagi. Bahkan dari internet juga bisa didapatkan soal tentang Keswa, disitu ada 566 pertanyaan dan plus jawabannya. 

“Tidak berubah ini dari tahun ke tahun, contoh soalnya yang seperti saya katakan diawal tadi, tidak ada yang sulit. Jadi ini yang kami ingin pertanyakan soal Keswa ini, biar jadi terang benderang,” ungkapnya.

Ia pun berencana akan melaporkan persoalan ini kepada Kapolri. Selain itu juga akan membawa persoalan ini ke Komisi III DPR RI. 

“Kedepannya penerimaan ini harus lebih transparan. Mudah-mudahan ini sampai ke Kapolri dan semoga campur tangan disini. Dan kita juga akan mengadu ke komisi III menanyakan bagaimana transparan penerimaan Polri tersebut.

Sampai berita ini diturunkan pihak Polda Sumut belum menjawab konfirmasi awak media melalui via whatsApp.

Penulis : Aris
Editor : Cut Riri

Posting Komentar

Bank Sumut" />