Kepala Diskominfo Minta Pandangan Gubernur Edy Rahmayadi Tentang Ketahanan Nasional Tidak Diartikan Negatif

Daftar Isi
Keterangan foto: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menghadiri pelantikan pengurus Dewan Perwakilan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Provinsi Sumut periode 2023-2028 di Aula Raja Inal Siregar lantai 2 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (6/7). (Foto: ist).

Medan, kedantv.com - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumatera Utara (Sumut) Ilyas S Sitorus meminta pandangan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi tentang ketahanan nasional tidak diartikan negatif. Sehingga dikhawatirkan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurut Ilyas, pandangan Gubernur Edy Rahmayadi dilandasi dengan pengalaman karir dan hidup yang telah dilalui, serta selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan masyarakat. “Saya berharap pernyataan Edy Rahmayadi tidak diartikan negatif, beliau tidak ada maksud buruk dan menyinggung siapapun, hal itu merupakan pendapatnya mengenai dunia militer, dan beliau sudah berkarir puluhan tahun di sana,” ujar Ilyas kepada wartawan di Medan, Kamis (6/7/2023).

Terkait pandangan Gubernur Edy Rahmayadi mengenai Menteri Pertahanan yang mestinya berasal dari kalangan sipil, menurut Ilyas, hal tersebut semata-mata bertujuan untuk mengajak dan mendorong keterlibatan seluruh masyarakat dalam ketahanan nasional. Karena ketahanan nasional bukan hanya tugas militer, tetapi perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Dikatakan Pak Gubernur, semua operasi militer mestinya melibatkan masyarakat, perang itu melibatkan seluruh komponen termasuk sipil,” kata Ilyas, yang juga hadir dan mendengarkan secara langsung pernyataan Gubernur tersebut dalam acara pelantikan DPD LPM Sumut, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan.

Pelibatan sipil dalam setiap operasi militer memang kerap disampaikan Gubernur dalam berbagai kesempatan. “Memang sudah kerap disampaikannya dalam berbagai kesempatan mengenai pelibatan sipil dalam militer, sebab memang jika sudah dalam kondisi perang, sipil pun mesti terlibat,” kata Ilyas.

Ilyas pun berharap, masyarakat bisa memahami pernyataan Gubernur Edy Rahmayadi dengan positif dan utuh. “Kita pun harus mendengar dan memahami pernyataan Gubernur secara utuh, tidak ada maksud negatif yang keluar dari pernyataan Pak Gubernur,” ujarnya.

Diketahui, Edy Rahmayadi berkarir di dunia militer selama puluhan tahun. Selama puluhan tahun itu, Ia menduduki berbagai jabatan penting di Angkatan Darat. Terakhir ia menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) sebelum menjadi Gubernur Sumut.

Penulis: Aris
Editor: Cut Riri

Posting Komentar

Bank Sumut" />